Selama Januari 2020 Kota Tanjungpinang mengalami Inflasi 0,36 Persen

TANJUNGPINANG, KEPRI.INDEKSNEWS.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggelar rapat rutin dalam upaya mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs.Teguh Ahmad Syafari, M,Si, di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis, 13 Februari 2020.

Menurut data yang dipaparkan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi Kusuma Atmaja, menjelaskan dalam paparannya, Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada awal Tahun 2020 tecatat, Inflasi Kepri relatif rendah dan terkendali, Januari 2020 Inflasi kepri sebesar 0,18 persen (mtm) atau 1,75 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 1,27 persen (mtm) atau 2,03 persen (yoy), dan inflasi Nasional. Inflasi januari 2020 berada di kisaran sasaran inflasi 3,0 persen.

Loading...

“Evaluasi Inflasi kota Tanjungpinang Januari 2020, inflasi sebesar 0,36 (mtm) atau 1,70 (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 1,17 persen (mtm) atau 2,40 (yoy), inflasi terutama dipicu peningkatan harga komoditas cabai merah, cabai rawit dan sotong dengan andil masing-masing 0,13 persen (mtm), 0,09 persen (mtm), dan 0,07 (mtm),” tutup Musni.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, Mangamputua Gultom juga menjelaskan hal yang sama bahwa untuk saat ini Inflasi di Kota Tanjungpinang bulan Januari 2020 sebesar 0,36% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya masih terus stabil dan terkendali.

“Ini merupakan suatu prestasi bagi Kota Tanjungpinang yang harus terus dijaga,” ucapnya.

Komoditas dominan pemicu Inflasi di Kota Tanjungpinang selama bulan Januari 2020 meliputi Cabai merah, Cabai rawit, sotong, Ikan tamban, dan Bawang merah. Sedangkan komoditi yang memberikan andil deflasi diantaranya, Bayam, Kangkung, Sawi hijau, Angkutan udara, Daging ayam beras.

BACA JUGA  Pemko Terima 300 Rapid Test dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 

Sementara itu, Kepala Bulog Tanjungpinang, Edison, mengatakan ketersediaan stok beras dan komoditi lainnya saat ini yang ada di gudang Bulog Tanjungpinang pasokannya masih akan terus bertambah.

“Dengan data yang ada dengan ketersediaan ini masih tergolong aman dan mencukupi untuk 5 (lima) bulan kedepannya,” ucap Edison.

Lanjutnya, untuk informasi saat ini, perkembangan harga beras dan komoditi pokok lainnya yang ada di Kota Tanjungpinang masih tergolong stabil, dipastikan tidak ada kenaikan harga beras yang signifikan di kota Tanjungpinang, hal ini tentunya harus terus dijaga sehingga Inflasi di Kota Tanjungpinang dapat terus stabil.

Dalam kesempatan tersebut, Edison juga memperkenalkan produk baru dari Bulog meluncurkan Beras FortiVit sebagai strategi program perbaikan gizi masyarakat dan percepatan pencegahan stunting (anak kerdil). Beras FortiVit merupakan beras yang sudah melalui proses fortifikasi.

“Beras ini juga termasuk beras premium yang di dalamnya mengandung Vitamin A, Vitamin B1,  Vitamin B3, Vitamin B6, Vitamin B9 (Asam Folat) Vitamin B12, zat besi (iron), dan zink, beras FortiVit memiliki berbagai kelebihan dibandingkan beras pada umumnya karena selain mengandung beragam vitamin juga tidak perlu dicuci sebelum memasaknya. Beras FortiVit kategori premium yang ditambah vitamin dijual Rp 20.000/kg,” tutup Edison.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, menyebutkan bahwa untuk perkembangan harga bahan komoditas bahan pokok di Kota Tanjungpinang saat ini masih tergolong stabil seperti yang telah disampaikan dalam rapat TPID sebelumnya, tetapi untuk harga cabai perlu diperhatikan dan terus dilakukan pemantauan secara khusus kedepannya.

“Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras Tim TPID Kota Tanjungpinang yang sudah bekerja dengan baik dan maksimal dalam mengendalikan Inflasi selama ini, semoga dapat terus dijaga dan dikawal dengan baik hal yang sudah kita laksanakan ini,” tutup Rahma.

BACA JUGA  Rahma : "Forum Anak Luar Biasa"

Rapat bulanan TPID ini dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Marzul Hendri, Kabag. Perekonomian Nopirman Syahputra, SE.Ak,CA, Kepala OPD, Stakeholder terkait seperti, Perwakilan dari Bulog, Bea Cukai, KSOP, Polres, Kejari, Akademisi, BMKG, BUMD, karantina Pertanian/Perikanan dan Stake holder terkait lainnya.

loading...