Ribuan Warga PKDP Di Batam Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW

BATAM, KEPRI.INDEKSNEWS.COM – Sekitar seribuan warga asal Pariaman Sumatera Barat, yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Batam, antusias menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah dilaksanakan di masjid Nurul Ikhlas Bengkong Swadebi Batam, Minggu, 2 Februari 2020

Loading...

Ketua Harian DPD PKDP Kota Batam, H. Sahrul mengatakan acara Maulid Nabi ini dilaksanakan selama dua hari satu malam. Adapun kegiatan tersebut rutin dilaksanakan PKDP Batam setiap tahunnya.

“Peringatan Maulid Nabi ini diadakan sesuai dengan adat dan tradisi dari Pariaman, yakni diisi dengan barzanji, yaitu bercerita sejarah Nabi Muhammad hingga dia menjadi seorang Rasul,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam acara tersebut masyarakat membawa makanan “bajamba” dan lemang dari rumah masing-masing untuk dimakan bersama-sama. Selain itu semua kelompok yang ada di Kota Batam membawa satu buah bunga cabe, dimana semua daun-daunnya itu diganti dengan uang.

“Hal itu adalah melambangkan kebersamaan masyarakat Pariaman, uangnya itu berasal dari partisipasi warga Pariaman yang ada di Kota Batam. Adapun jumlah uangnya adalah Rp 82 juta lebih,” tutur Sahrul yang juga sebagai anggota DPRD Kota Batam.

Ditegaskannya, bahwa PKDP Batam akan terus melestarikan budaya Pariaman itu walaupun berada di perantauan. Selain acara maulid nabi dua hari satu malam itu, budaya yang dilestarikan adalah dalam pesta pernikahan. Yakni diadakan acara duduk ninik mamak dan hal lainnya seperti di Pariaman.

“Dengan adanya acara ini diharapkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat minang yang ada di Kota Batam dan khususnya yabg berasal dari Pariaman semakin terjalin,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni yang juga hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu mengatakan, masyarakat minang yang ada di perantauan dan khususnya yang berasal dari Pariaman harus kompak.

BACA JUGA  Antisipasi Kejahatan Jalanan, Anggota Sabhara Patroli Bersepeda

“Yakni sesuai dengan pepatah minang, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan (kubang) juga. Jadi dimanapun berada kekompakan itu selalu dijaga,” pungkasnya.

loading...